Yayasan Selamatkan Yaki Indonesia Bakal Kerjasama Dengan KPA Sinode GMIM
kpas.gmim.or.id – Dalam Rapat Kerja (raker) KPA Sinode GMIM bersama para Ketua KPA Wilayah se-GMIM pada Sabtu, 18 Januari, pukul 13.00 wita di Kantor Sinode Lantai 3, selain memantapkan rencana beberapa program di Semester I ini, turut dipaparkan juga program Selamatkan Yaki dari Yayasan Selamatkan Yaki Indonesia yang disampaikan oleh Yunita Siwi selaku Ketua Yayasan Selamatkan Yaki Indonesia.
Ia mengatakan, salah satu yang hal perlu diseriusi karena kebiasaan warga Sulawei Utara yang mengkonsumsi daging binatang liar/satwa yang dilindungi, salah satunya Yaki.
Usai melakukan MoU dengan BPMS GMIM beberapa tahun lalu, Yayasan Selamatkan Yaki Indonesia mulai melakukan pendekatan dan kemungkinan kerja sama dengan Kategorial BIPRA Sinode GMIM.
Diakuinya, kebiasaan mengkonsumsi daging satwa yang dilindungi seperti Yaki sudah menjadi kebiasaan turun-temurun dan sulit untuk dihilangkan. Sebab itu, Yayasan Selamatkan Yaki Indonesia ingin bekerjasama dengan KPA Sinode GMIM dengan tujuan untuk menanamkan rasa cinta anak-anak sejak usia dini kepada satwa liar, apalagi yang dilindungi.
Dari KPA Sinode GMIM menyambut baik rencana kerjasama tersebut. Tapi untuk silabus yang diusulkan menjadi program reguler kurikulum Bina Anak, untuk sementara diberlakukan dalam setiap ibadah pondok (rabu) gembira. Sebab kurikulum bahan ajar Bina Anak hingga semester depan sudah baku.
Meski demikian, KPA Sinode GMIM akan memikirkan rencana untuk dimasukkan dalam bahan ajar Bina Anak yang digunakan di ibadah sekolah minggu, dan hal ini akan dikonsultasikan dengan Kelompok Kerja (pokja) Bahan Ajar KPA Sinode GMIM yang menangani masalah kurikulum, silabus dan bahan ajar. (Anq)